Puisi Kehilangan

Kehilangan

kalong telah menjatuhkan buah
pada rumput
semut-semut berkerumun menikmatinya
begitu juga kau
kujatuhkan pada daratan
yang bukan milikku

mataku berlinang
di antara hari lalu
kala hujan
terik mentari
aku tak lagi atapmu

kesunyian bersamaku
di sela gelap
bukan malam
yang merenggutmu
serupa mutiara kubuang
di samudera lalu Ferdinaen Saragih (2008: Parter).

Puisi Lainnya

3 Komentar untuk "Puisi Kehilangan"

Silahkan berkomentar sesuai dengan isi konten di atas.
Aturan berkomentar:

1. komentar TIDAK asal,
2. Link hidup TIDAK diperbolehkan, masukkan link pada Name/URL.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel