Badai Silih Berganti

Suatu saat air mataku akan berangsur kering meratapi badai yang silih berganti di negri ini. Seperti tak habis-habis. Jiwaku terpelanting, tapi ini sungguh membuat air mataku jatuh lagi. Ini adalah cobaan katanya. Aku percaya tentang itu.

Sahabat!
Aku lama berduka di musim ini. Badai kemarin belum saja menghapus jejak-jejak air mataku, lalu datang lagi badai baru. Kapan aku menghapus jejak-jejak airmata ini?

Semoga saja doaku sampai kepadaNya. Untuk memberi hujan bahagia di musim ini. Untuk negriku, Indonesia.

“Tuhan, jika ini memang Kehendakmu untuk memanggil sahabat-sahabatku kehadapanmu, tempatkanlah mereka di tempat terindahmu. Karena hanya padamulah aku berdoa dan memohon.

Aku sadar jika aku hanyalah orang berdosa yang tak pantas memohon di hadapanmu, tapi aku percaya, Engkau adalah Maha Pemurah dan juga Maha Penyayang. aku memohon kepadaMu terimalah doaku.”

Artikel Terkait

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel