Rinduku Ibu dalam Puisi

Rinduku Ibu dalam Puisi

Puisi Ibu Romantis
Matahari tak berhenti membakar
Hujan tak berhenti mendera
Kau tetap saja bertahan
Dalam ilalang, selalu

Berapa sukma kulitmu telah terbakar
Hitam
Lebam

Kau berbuat untukku
Masa depan
Berharap ada perubahan hidup

Aku ingin mencium kaki ibu
Selalu dalam pelukmu
Sampai matiku
Membahagiakanmu, selalu Ferdinaen Saragih (2008: Rindu).

Puisi Lainnya

4 Komentar untuk "Rinduku Ibu dalam Puisi"

  1. terharu bacanya,, jadi ingat sama ibuku yg jauh dariku sob,, hiks,, bagus sob puisinya,, izin save ya,, :D

    BalasHapus

Silahkan berkomentar sesuai dengan isi konten di atas.
Aturan berkomentar:

1. komentar TIDAK asal,
2. Link hidup TIDAK diperbolehkan, masukkan link pada Name/URL.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel