Susu dalam Puisi

Susu

susupun naik lagi
bersama meningkatnya pelanggan
lorong-lorong malam
di solek musim dingin yang mencekam

di kegelapan malam tanpa terang
berlomba tawar-menawar
menunjuk susu paling kencang

namun di pagi yang murung
bersama tetesan embun
penjaja sus
mencari susu di antara pelataran jalan
untuk si mata wayan
yang lahir tanpa perundingan Ferdinaen Saragih (2009: Bandung).

Puisi Lainnya

1 Komentar untuk "Susu dalam Puisi"

  1. wuiiihh si om suka nulis puisi juga ya om.. bagus om, lanjutkan

    BalasHapus

Silahkan berkomentar sesuai dengan isi konten di atas.
Aturan berkomentar:

1. komentar TIDAK asal,
2. Link hidup TIDAK diperbolehkan, masukkan link pada Name/URL.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel