Kamis, Januari 3

Sinopsis Film Gending Sriwijaya (Rilis Januari 2013)

Film Gending Sriwijaya yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo mengangkat sejarah kerajaan Sriwijaya. Film yang berjenis film dokumenter tersebut menceritakan kisah perebutan kekuasaan oleh kedua anak raja Dapunta Hyang, yaitu Awang Kencana dan Purnama Kelana. Gending Sriwijaya sendiri merupakan lagu dan tarian tradisional masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Gending Sriwijaya (Rilis 2013)

Film Gending Sriwijaya menjadi proyek kedua Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Proyek pertama adalah film Pengejar Angin. Sebuah film yang membuat pemeran pendukung prianya, Mathias Muchus, mendapat Piala Citra tahun 2011. Hal-hal seperti ini tentunya harus diapresiasi dan didukung oleh masyarakat maupun pemerintah, semoga tidak hanya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saja, namun proyek film dokumenter yang mengangkat sejarah, berlanjut ke Provinsi-provinsi lainnya, SP.

Pemeran
  1. Agus Kuncoro
  2. Sahrul Gunawan
  3. Matias Mutchus
  4. Slamet Raharjo
  5. Julia Peres
  6. Pemeran lainnya
Sinopsis
Nusantara di abad 16, tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya, muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan.Kedatuan Bukit Jerai, adalah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Jaya nasa dengan permaisurinya Ratu Kalimanyang. Mereka memiliki dua putera, Awang Kencana dan Purnama Kelana. Dapunta Hyang sudah memasuki usia tua dan saatnya untuk menyerahkan kepemimpinannya kepada putera mahkotanya, Awang Kencana. Namun diluar adat kebiasaan, Dapunta justru memilih Purnama Kelana sebagai penggantinya

Awang Kencana secara diam-diam mengetahui rencana itu dan sangat kecewa dengan keputusan ayahnya. Awang kemudian menjebak Purnama, menfitnah Purnama telah membunuh Dapunta Mahawangsa. Purnama kemudian ditangkap oleh Awang dan dijebloskan kepenjara. Dengan dibantu oleh para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama berhasil dibebaskan dan dihindarkan dari hukuman mati. Kelompok pasukan yang dipimpin oleh Awang kemudian mengetahui rencana itu, mereka mengejar Purnama sampai pelosok hutan, Purnama terdesak di lereng tebing, Purnama jatuh di jurang yang tinggi, tercebur di sungai dan terbawa arus yang deras. Pasukan Awang tak mampu mengejar dan mengira Purnama telah tewas

Setelah meninggalnya Dapunta Hyang Mahawangsa, seratus hari kemudian, Awang dinobatkan sebagai raja di Kedatuan Bukit Jerai. Awang memerintahkan untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek. Mata-mata Awang Kencana berhasil mengetahui markas kelompok Ki Goblek. Dengan kekuatan penuh, pasukan Awang Kencana mengepung Ki Goblek yang bermarkas di sebuah gua di tengah hutan. Kelompok perampok berhasil ditumpas, Ki Goblek tewas. Hanya tertinggal Purnama dan Malini dan 8 orang perempuan penenun songket, yang adalah janda para perampok yang tewas. Malini yang kehilangan kedua orang tua dan juga adiknya tak luput menjadikorban. Malini menyimpan dendam. Purnama yang mengetahui ini semua adalah perbauatan adiknya, makin meradang. Ia harus menghentikan kelakuan adiknya, menuntut balas kematian ayahnya, sekaligus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Sepuluh orang menyiapkan sebuah serangan balasan kepusat Kedatuan Bukit Jerai. Berhasilkah Purnama Kelana merebut tahta Kedatuan Bukit Jerai? Saksikan kelanjutan kisahnya di bioskop-bioskop pada 10 januari 2013.

Film lainnya

IBX5829BEFF42CDB
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top