Ads Top

Puisi Anak Negri

Cermin Baru Negriku

hembusan angin sepoi
dalam serentetan kemajuan
diartikan anak negriku
dalam mata tertutup rapat

bocah-bocah kecil
terhanyut di aliran sungai milenium
bermuara di laut modern
yang katanya menyenangkan itu

teknologi itupun mengelana
dan sesukanya mengikis
pundasi-pundasi keingin tahuan
kesempatan
hingga anak negriku megap-megap
tak berdaya
lalu mengeluh
menanggung nestapa

dalam kebodohan
menjulang kemiskinan
pada abad duapuluhan
sungguh memilukan Ferdinaen Saragih (2008: Bandung).

Puisi Lainnya
loading...

21 komentar:

  1. gambaran puitis betapa ironisnya negeri ini

    BalasHapus
  2. perkembangan kehidupan modern belum mampu diikuti sebagian warga negeri ini....

    BalasHapus
  3. sedih juga setelah membaca puisi diats

    BalasHapus
  4. begitu memilukan nasib anak bangsa kita.

    BalasHapus
  5. penyakit kencing manis29 Januari 2012 07.26

    puisinya begitu dalam ..

    BalasHapus
  6. sepertinya kita masih belum merdeka sepenuhnya ya

    BalasHapus
  7. seperti itulah kondisi kita saat ini,,,

    BalasHapus
  8. sangat menyentuh juga puisi nya semoga sukses saja dengan artikelnya.

    BalasHapus
  9. saat ini keadaannya sangat memprihatinkan,begitulah keadaannya.

    BalasHapus
  10. keren juga atikelnya semoga tetap semangat dan sukses dengan postingnya.

    BalasHapus
  11. semoga masyarakat kita terhindar dari virus kebodohan karna itu jalan menuju kemiskinan bagi negara kita..

    BalasHapus
  12. wah bagus ni puisinya, thank ya admin, salam dari saya (iq-dua3) kunjungan perdana segaligus Follow no #1017. ditunggu kunjungannya di blog saya. ^_^ sukses selalu kawan

    BalasHapus
  13. "teknologi itupun mengelana
    dan sesukanya mengikis
    pundasi-pundasi keingin tahuan"

    hem...menyentuh bange..teknologi mengikis alam...

    aq dah follow jga...follow balik gan

    BalasHapus
  14. Puisi Bagus sob..:-)
    Saya suka puisinya..

    BalasHapus
  15. apakah negeri kita akan seperti itu??!!

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.