Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Proses Penciptaaan dan Pewarisan

Proses pewarisan pada umpasa pernikahan ini diwariskan berdasarkan sistim pewarisan vertikal, Artinya umpasa ini ditransmisikan secara turun-temurun dari nenek moyang kepada generasi-generasi berikutnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan proses pewarisan umpasa pernikahan berikut.

Bagan
Proses Pewarisan


Dari bagan di atas, umpasa pernikahan ini ditransmisikan secara vertikal antara si penutur dengan si penerima umpasa dan audiens. Artinya, umpasa ini dituturkan dari orang yang lebih tua (Pemuka adat dan pihak perempuan yang ingin memberikan nasehat) khususnya kepada orang yang lebih muda (yang melangsungkan pernikahan) dan masyarakat luas (audien) secara umum. Hal ini dipengaruhi oleh ketatnya sistim budaya.

Proses penciptaan umpasa pernikahan III ini dilakukan dengan cara terstruktur. Artinya, pada proses penciptaan si penutur umpasa tersebut melakukan penghafalan teks secara tidak sengaja. Artinya, proses ini telah dilakukan jauh-jauh hari dengan kebiasaan mendengar orang yang berumpasa. Proses penghafalan tersebut ditransmisikan secara turun-temurun dengan proses pewarisan.

Dengan kata lain, proses penciptaan umpasa ini dilakukan secara terstruktur dengan sistim pewarisan secara vertikal, sehingga tidak ditemukan adanya perubahan teks umpasa sejak diwariskan hingga masa sekarang. Proses ini dipermudah dengan adanya kombinasi formula sintaksis, formula bunyi dan rima dalam proses penciptaan, sehingga memperlancar sistim pewarisan.

Membaca lebih lengkap, kunjungi Daftar Isi Skripsi

Artikel Terkait (Skripsi)

Posting Komentar untuk "Proses Penciptaaan dan Pewarisan"