Puisi Pertobatan

Malam Pertobatan

malam ini
semua candu kupuaskan
tetes-tetes anggur merah
raib sudah dalam setiap tegukan
nikotin kuhisap dalam-dalam
berputar memenuhi paru-paruku

aku muak
aku bosan
semua hanya konyol

pagi, aku terbangun dalam tidurku
dalam olengku
semua bagaikan mimpi
memuaskan malam terakhir
pertobatan Ferdinaen Saragih (2008: Setia Budhi).

Puisi Lainnya

20 Responses to "Puisi Pertobatan"

  1. hemmm, semoga pertaubatan yg nasuha. AMIin

    ReplyDelete
  2. Info yang bagus
    Blogwalking.
    Kunjungan baliknya juga ditunggu gan

    ReplyDelete
  3. artikel yang menarik untuk disimak.
    salam kenal all:)

    ReplyDelete
  4. puisinya itu gan bikin menyentuh ke hati ni ,,,
    makasih untuk puisinya,,
    di tunggu postingsn terbarunya

    ReplyDelete
  5. selalu ada waktu bagi orang yang ingin bertobat...

    ReplyDelete
  6. ya puisi ini memberikan kepada orang yang mau bertobat dan banyak dosa

    ReplyDelete
  7. makasih untuk puisinya memotivasi banget nie

    ReplyDelete
  8. Jadi inget masa kelam baca puisi ini, semoga menjadi taubatan yg nasuha bagi semua yg membaca... bagus sob :)

    ReplyDelete
  9. wahhhhh...dalam sob puisinya...salam kenal n thanks

    ReplyDelete
  10. semoga tobatnya sungguh-sungguh dan tidak mengulanginya lagi .

    ReplyDelete
  11. hadir di sini membaca rangkaian kata indah sarat makna satu tujuaan ke arah TAUBAT :-)

    ReplyDelete
  12. semoga bertobat jangan hanya dengan kata kata saja

    ReplyDelete
  13. siip ,, mantapp pisann gan ,,,

    ReplyDelete
  14. terimakasih banyak atas infonya sobat
    ditunggu kunjungan baliknya

    ReplyDelete