Senin, Oktober 10

Jangan Bertanya Mengapa Bertanyalah Bagaimana

Jangan bertanya mengapa saya harus menjadi penulis? Mengapa tidak menjadi penulis di media masa saja? Mengapa dan mengapa? Apakah anda pernah menyelesaikan masalah dengan bertanya mengapa? Atau apakah anda mendapatkan sesuatu yang berguna jika saya menjawab pertanyaan mengapa yang anda lontarkan pada saya?

Sebaiknya anda bertanya “bagaimana anda bisa menjadi penulis?” Saya pikir ini sangat spesifik dan terarah, dan anda juga bisa menggali ilmu yang berguna.

Roger Konopasek pernah berkata “Para pemenang selalu bertanya bagaimana—setiap hari, setiap jam, setiap menit.

Sungguh suatu yang sepele jika kita memikirkannya. Tapi harusnya kita sadari jika sebuah kata akan menghasilkan sebuah dampak yang sangat berbeda. Kata bagaimana akan berpengaruh lebih dahsyat untuk mempengaruhi cara berpikir kita. Tentunya sama halnya dalam sebuah puisi, efek yang ditimbulkan setiap kata dalam mengungkapkan sesuatu akan berbeda pula.

Saya beri contoh. Coba anda bertanya kepada seorang presiden ”mengapa anda menjadi Presiden? Menurut saya itu adalah sebuah pertanyaan yang tidak bernilai jual tingggi, bahkan konyol. tapi jika anda menanyakan bagaimana anda bisa menjadi seorang presiden? Saya pikir, jika anda jadikan sebuah buku jawaban atas pertanyaan itu, akan terjual laris manis.

Masihkah anda bertanya mengapa? Oke saya beri contoh yang sering kita dengar, bahkan alami pada kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang anda sukai bertanya kepada anda “mengapa kamu mencintai saya?” sebuah pertanyaan yang tolol bukan? dan tidak memiliki kepastian. Coba kalau di bertanya “bagaimana kamu mencintai saya?” wow... sebuah pertanyaan yang super dahsyat. Sebuah jawaban akan benar-benar terarah, dan jawaban itulah yang sebenarnya yang kita butuhkan, bukan jawaban dari pertanyaan “mengapa?”.

Masihkah anda bertanya “mengapa” berulang kali? Saya pikir tidak. Jika anda masih menggunakan pertanyaan “mengapa?” saya pikir anda akan selalu menempuh jalan buntu untuk menyelesaikan masalah anda.

Ok, sampai disini dulu. Semoga anda akan melupakan pertanyaan “mengapa?” yang sering anda lontarkan. Jangan lupa besor, mampir lagi di Sigodang Pos untuk membaca artikel-artikel terbaru dari saya. Semoga Bermanfaat.

Motivasi Lainnya

6 komentar

Mengapa anda berkomentar ????? atau bagaimana anda berkomentar ? :D

pertanyaan mengapa memang tidak akan menghasilkan jawaban yang memuskan.

pertanyaan bagaimana memang akan menghasilkan jawaban yang sangat luar biasa.

bener juga gan...
bertanya mengapa memang sebuah pertanyaan yang sangat konyol.

baru kepikiran nih,,,ternyata dengan berfikir bagaimana maka hasil yang akan kita dapat pasti lebih besar...

hal yang sangat sepele tapi memiliki pengaruh yang super dahsyat...meskipun demikian tapi kita terkadang lupa apa yang sebenarnya kita akan lakukan...klo kita bertanya mengapa pasti jawabannya akan simpel tp klo nanyanya bagaimana maka jawabannya pun akan sangat panjang lebar..

 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top