Sebuah Puisi Anak Polusi Udara

Polusi Udara

Belum lagi terdengar kicawan burung pagi
Udara kota telah berubah menjadi hitam
Membuat sesak untuk bernafas

Kotaku tidak seperti dulu lagi
Udara telah tercemar di sini
Polusi telah bertebaran di seluruh penjuru

Dulu masih banyak pohon di sini
Tumbuh mengikuti alur jalan
Tapi, kini bisa dihitung dengan jari

Asap-asap kendaraan
Pabrik-pabrik, semakin hari kian bringas
Memenuhi udara di kota ini Ferdinaen Saragih.

Puisi Lainnya

1 Response to "Sebuah Puisi Anak Polusi Udara"

  1. puisi nya sangat bagus dan sangat menarik nie......

    ReplyDelete